Definisi Etika & Etiket Menurut Pakar Ahli

Definisi etika menurut pakar ahli :

1.      Prakoso dalam Pasolong (2020:3)

Mengatakan bahwa etika adalah “merupakan nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang/suatu kelompok masyarakat dalam mengatur perilakunya”.

2.      Salam dalam Pasolong (2020:3)

Mengatakan bahwa: “etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya”.

3.      Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Pasolong (2020:3)

Ada 3 pengertian tentang etika, yaitu: 1) Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban sosial; 2) kumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak; dan 3) nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat.

4.      Dr. Harbani Pasolong, M.Si (2020:3)

Mengatakan bahwa etika adalah “ilmu yang mempelajari tentang apa yang baik dan apa yang buruk”.

5.      Abdurozaq Hasibuan (2017:9)

Etika merupakan cabang filsafat sebagai ilmu yang merupakan philosopical study of morality, sehingga subyek yang melakukan etika adalah manusia, dengan demikian etika sebagai filsafat manusia.

6.      W.J.S. Poewadarminta dalam Hasibuan (2017:7)

Mengatakan bahwa etika mempunyai arti sebagai : “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”.

7.      Abdullah (2006:4)

Menjelaskan arti kata etika berdasarkan, etimologinya yang berasal dari bahasa Yunani, ethos, yang bermakna kebiasaan atau adat istiadat.

8.      Riady (2008:189)

Menjelaskan bahwa etika dalam bahasa Latin diartikan sebagai Moralis yang berasal dari kata Mores dengan makna adat-istiadat yang realistis bukan teoritis.

9.      Bertens (2005:4)

Memaparkan pengertian etika dalam dalam bentuk jamak ta etha yang juga berarti adat kebiasaan.

10.  Shonny keraf (2002:4)

Etika adalah ilmu yang membahas dan mengkaji secara kritis persoalan benar dan salah secara moral, tentang bagaimana harus bertindak dalam situasi konkrit.

11.  Choirul Huda (1997:64)

Menyatakan bahwa etika diartikan sebagai seperangkat prinsip moral yang membedakan apa yang benar dan apa yang salah. Etika merupakan bidang normatif, karena menentukan dan menyarankan apa yang seharusnya orang lakukan atau hindarkan.

12.  Abuddin Nata (2012:75)

Mengatakan bahwa “etika berasal dari bahasa Yunani ethos (kata tunggal) yang berarti: tempat tinggal, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, watak, sikap, cara berpikir.  Bentuk jamaknya adalah ta, etha, yang berarti adat istiadat.  Dalam hal ini, kata etika sama pengertianya dengan moral.  Moral berasal dari kata latin: Mos (bentuk tunggal), atau mores (bentuk jamak) yang berarti adat istiadat, kebiasaan, kelakuan, watak, tabiat, akhlak, cara hidup”.

13.  Madjid (1992:466)

Etika (ethos) adalah sebanding dengan moral (mos), dimana keduanya merupakan filsafat tentang adat istiadat (sitten).

14.  Zubair, Achmad (1987:39)

Etika adalah sikap untuk memahami pilihan-pilihan yang seharusnya diambil antara sekian banyak pilihan bertingkah laku.

15.  Abuddin Nata (2012:75)

Mengatakan bahwa “etika berasal dari bahasa Yunani ethos (kata tunggal) yang berarti: tempat tinggal, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, watak, sikap, cara berpikir.  Bentuk jamaknya adalah ta, etha, yang berarti adat istiadat.  Dalam hal ini, kata etika sama pengertianya dengan moral.  Moral berasal dari kata latin: Mos (bentuk tunggal), atau mores (bentuk jamak) yang berarti adat istiadat, kebiasaan, kelakuan, watak, tabiat, akhlak, cara hidup”.

 

Definisi etiket menurut pakar ahli :

1.      Hutabarat dalam pasolong (2020:10)

Etiket adalah “ peraturan atau ketentuan yang menetapkan tingkah laku yang baik dalam pergaulan atau dalam berhubungan dengan orang lain”.

2.      Etiquette menurut kamus Webster dalam pasolong (2020:10)

Etiket berarti “cara tingkah laku yang diharuskan oleh pendidik, kebiasaan-kebiasaan sosial atau diharuskan oleh mereka yang berwenang.

3.      Semiawan dalam Pasolong (2020:10)

Etiket yang biasa disebut juga tata krama adalah kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat.

4.      Harbani Pasolong (2020:10)

Etiket adalah peraturan atau ketentuan yang menjadi pedoman dalam berperilaku terhadap orang lain.

5.      Kasmir (2005:79)

Mengatakan bahwa “etiket sering disebut dengan etika yang artinya tata cara berhubungan dengan manusia lainnya”.           

6.      Wursanto (2006:39)

Mengatakan bahwa “etiket memiliki arti tata krama, atau sopan santun yang berasal dari kata Perancis yaitu etiquette”.

7.      Sedarmayanti (2005:147)

Mengatakan bahwa “etiket adalah cara bicara yang sopan, cara duduk, menerima tamu dan sopan santun lainnya”.

8.      Antonius Sutarto (2008:16)

Mengatakan bahwa Etiket mengajarkan berperilaku yang sopan dan dapat diterima oleh lingkungannya".                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        

9.      Bertents (1993:9-10)

Etiket adalah formalitas (lahiriah), tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan.

10.  KBBI dalam Sugono (2008:383)

Etiket: tata cara (adat sopan santun,dsb.) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antar  sesama manusia.

11.  Rosady Ruslan (2008:31)

Mengatakan bahwa etiket merupakan pandangan tentang benar atau salah dalam tingkah laku manusia (Right or wrong in human conduct).

12.  Bertens (2001:8)

Mengatakan bahwa “etiket berarti pula sopan santun.”

13.  Ursula Ernawati (2004:35)

Mengatakan bahwa, “etiket adalah tata cara pergaulan antar manusia yang meliputi aturan, tata krama, tata tertib, sopan santun dalam tindakannya”.

14.  Sarumpaet (2000:9-10)

“Kata etiket sebagai lema kedua menunjukkan arti tata cara atau aturan memelihara hubungan baik antara sesama. Kata eitquette sebenamya pada mulanya berasal dari Prancis, sebuah negara yang terkenal karena tinggi peradaban atau sopan santunnya”.

15.  Sarumpaet (2001:10)

Menjelaskan bahwa etiket itu berupa kumpulan peraturan dalam bergaul maupun bersosialisai, peraturan tersebut berupa tata tertib dan cara berinteraksi dengansopan dan santun agar dalam bergaul tidak melanggar norma yang ada dan tetap pada norma kesopanan yang berlaku.       


DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, M. Yatimin. 2006. Pengantar Studi Etika. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Bertens, K. 1993. Etika. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Bertens, K. 2001. Etika. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Bertens, K. 2005. Etika. Seri Filsafat Atma Jaya. Jakarta.

Ernawati, Ursula. 2004. Pedoman Lengkap Kesektarisan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hasibuan, Abdurrozzaq. 2017. Etika Profesi Profesionalisme Kerja.  Medan : UISU Press.

Huda, Choirul. 1997. Etika Bisnis Dalam Islam. Majalah Ummul Qur’an.  Jakarta.

Kasmir. 2005. Etika Customer Service. Jakarta: PT Raja GrafindoPersada.

Keraf, A. Sonny. 2002. Etika Bisnis.  Kanisius. Yogyakarta.

Madjid, Nurcholish. 1992. Ajaran Nilai Etis Dalam Kitab Suci dan Relevansinya Bagi Kehidupan Modern. Jakarta: Yayasan Wakaf Para Madinah.

Mochtar, Riady. 2008. Filsafat Kuno dan Manajemen Modern.  Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Pasolong, Harbani. 2020. Etika Profesi.. Makassar: CV Nas Media Pustaka.

Ruslan, Rosaly. 2008. Manajemen Public Relations & Media Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sedarmayanti. 2005. Tugas Dan Pengembangan Sekretaris. Mandar Maju. Bandung.

Serumpaet, R.I. 2000. Etiket Bergaul. Cetakan Kedelapan Belas. Bandung: Indonesia Publishing House.

Sugono, Dendy. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: .PT Gramedia Pustaka Utama.

Wursanto, Ignatius.2006. Kompetensi Sekretaris Profesional. Kanisius. Yogyakarta.

Komentar